Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Heboh! Ngewe Anal dari Belakang di Pemandian 2
Siskaee
Februari 19, 2026
Iklans.com - Aku segera memegang penis Mbah Karyo dan meremas-remasnya. Mbah Karyo hanya diam dan tersenyum. Aku benar-benar tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Mbah Karyo saat ini. Tapi aku tidak peduli dengan apa yang dipikirkannya. Aku hanya peduli bahwa apa yang aku lakukan dapat membuat Mbah Karyo keenakan. Dan aku segera melakukan langkah selanjutnya. Meskipun sebenarnya masih sedikit jijik, aku segera mendekatkan mulutku ke kantung Mbah Karyo. Semakin dekat aku ke tempat tersebut, semakin kuat aroma yang tercium oleh hidungku.
Tampak bau yang segar karena habis mandi, tapi juga bercampur dengan bau seks yang cukup kuat yang keluar dari bagian selangkangan Mbah Karyo. Kepalaku mulai sedikit berdenyut dengan bau yang aku terima tersebut. Dan libidoku semakin memuncak dengan aroma yang aku dapatkan dari selangkangan Mbah Karyo.
Segera aku membuka mulutku dan mulai menjilati kantung yang berada di depanku. Rasanya ternyata tidak seperti yang aku bayangkan. Aku berpikir bahwa akan terdapat banyak kotoran di tempat tersebut sehingga akan terasa sedikit asin dan kotor. Tapi aku hanya merasakan kesegaran dan memang sedikit asin. Tapi aku mulai menyukai rasa itu.
Setelah puas menjilati kantung itu, aku mulai mencoba menggigit bola yang cukup besar, dan mencoba mengulum bola tersebut ke dalam mulutku. Pertama kali aku merasa kesulitan untuk bisa benar-benar mengulum bola tersebut, tapi setelah aku mencoba sekali lagi, aku bisa memasukkannya ke dalam mulutku dan mulai menyedot dan terkadang mengunyah bola tersebut.
Tampak nafas Mbah Karyo mulai sedikit memburu, dan dia juga mulai mendesah dan mengerang. Mungkin Mbah Karyo suka dengan apa yang aku lakukan, mungkin ini adalah bagian dari Mbah Karyo yang membuat dia bisa menjadi lebih terangsang. Dan itu terbukti karena selain mendesah dan mengerang, tampak dari panisnya keluar precum yang cukup banyak. Aku baru menyadari kalau ternyata precum yang diproduksi oleh kantung Mbah Karyo juga cukup banyak juga. Kalau orang yang melihat, mungkin akan mengira kalau Mbah Karyo sedang kencing, tapi karena aku tahu apa yang kami lakukan, maka aku juga tahu cairan apa sebenarnya yang keluar dari penis Mbah Karyo tersebut.
Aku terus melakukan hal tersebut selama beberapa menit, dengan melakukan pergantian antara bola yang kiri dan kanan. Setelah aku cukup puas dengan apa yang kulakukan, aku mulai menjilati batang di atasku. Tanganku yang dari tadi hanya terdiam di lutut Mbah Karyo mulai bergerak mengelus-elus paha Mbah Karyo. Mbah Karyo mulai mendorongku melakukan apa yang sedang aku lakukan dengan mendesah dan mengerang lebih keras dan cepat.
Sambil terus menjilati penis Mbah Karyo, tanganku mulai bergerak lebih jauh. Sementara tangan kiriku bergerak ke arah penis Mbah Karyo, tangan kananku bergerak menuju perut Mbah Karyo. Aku mulai melakukan apa yang tadi dilakukan oleh Mbah Karyo, jari telunjuk tangan kananku melakukan gerakan melingkar di pusar Mbah Karyo dengan gerakan yang lembut, sementara jari-jari yang lain mencoba mengelus-elus bagian perut Mbah Karyo. Sedangkan tangan kiriku mulai mengelus-elus kantung Mbah Karyo kemudian ke atas ke arah penisnya.
Lidahku mulai menjilati bagian kepala dari penis Mbah Karyo. Tampak precum yang keluar dari penis Mbah Karyo semakin banyak. Lidahku dengan rakus menjilati setiap tetes precum yang keluar dari lubang kencing Mbah Karyo tersebut. Tak sedikitpun aku merasa risih dengan apa yang aku lakukan. Sebaliknya aku sangat menyukai dengan apa yang aku lakukan dan apa yang aku rasakan. Jelas sudah bahwa aku memang gay.
Tangan Mbah Karyo juga kini mulai agresif. Kedua tangannya kini berada di kepalaku setelah sebelumnya tangannya berada di belakang sambil menyangga tubuhnya yang sedikit miring ke belakang. Dengan duduk lebih tegak, Mbah Karyo kini mulai memegangi kepalaku, memberikan belaian pada rambutku sambil mulutnya terus mendesah dan mengerang kenikmatan. Sensasi yang ditimbulkan dari apa yang dilakukan Mbah Karyo dengan tangannya benar-benar membuatku menjadi semakin nyaman. Ada banyak rasa bercampur dalam diriku saat ini. Di satu sisi aku merasa sangat bergairah karena nafsu, di sisi lain aku merasa disayang seperti anak yang disayangi oleh ayahnya. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...